Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku fear of missing out (FOMO) pada generasi Z di SMA Negeri 5 Banda Aceh, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku tersebut, serta mengkaji strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, serta siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMA N 5 Banda Aceh menerapkan berbagai strategi untuk membantu siswa mengatasi perilaku FOMO akibat penggunaan media sosial. Strategi yang dilakukan meliputi layanan konseling individu kepada siswa yang menunjukkan kecemasan berlebihan, sulit mengontrol penggunaan media sosial, serta sering membandingkan diri dengan orang lain. Dalam konseling individu, guru BK membantu siswa memahami dampak negatif FOMO, melatih pengendalian diri, serta memberikan arahan mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan seimbang. Upaya penanganan dilakukan melalui kerja sama dengan wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua untuk memantau perilaku siswa baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Copyrights © 2026