Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran keberagaman budaya peserta didik yang dapat memunculkan stereotip, prasangka buruk terhadap peserta didik yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, serta rendahnya sikap toleransi di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menguji pendekatan multikultural melalui layanan konseling kelompok untuk meningkatkan kesadaran keberagaman budaya peserta didik di SMA Negeri 1 Banda Aceh. Pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pre-Test dan Post-Test digunakan sebagai metode penelitian. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Banda Aceh sebanyak 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 9 siswa yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket skala Likert dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, paired sample t-test, dan uji N-Gain untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan multikultural dapat meningkatkan kesadaran keberagaman budaya peserta didik. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor peserta didik dari 54,77 pada saat pre-test menjadi 76,66 pada saat post-test menunjukan kenaikan 39,95%. Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan multikultural dinilai efektif dalam meningkatkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026