Abstrak Pengodean klinis sesuai kaidah merupakan hal penting untuk menentukan akurasi kode penyakit. Diagnosis DM, kaidah ICD-10 memerlukan digit ke-4 yang akurat untuk dapat menggambarkan kompleksitas terkait komplikasi DM. Studi pendahuluan di RSU Muhammadiyah Metro menunjukkan kesenjangan klinis dan finansial akibat ketidakuratan pengodean klinis pada kasus rawat inap diagnosis DM. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, jumlah Populasi 345 rekam medis diagnosis DM jumlah sampel 185 rekam medis. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil studi dokumentasi melalui audit pengodean klinis dari 185 sampel rekam medis terdapat 7 rekam medis yang memenuhi 5 elemen penilaian mutu meliputi: 79 rekam medis akurat persentase ketidakakuratan 57,30% 166 rekam medis relevan persentase ketidaksesuaian 10,27% 161 tepat waktu pengisian persentase ketidaksesuaian 12,97% 38 rekam medis lengkap persentase ketidaklengkapan 79,46% 95 rekam medis terbaca persentase ketidakterbacaan 48,65%. Berdasarkan hasil simulasi sistem INA-CBGs 74 rekam medis berpotensi mengalami kenaikan nilai klaim simulasi kenaikan Rp. 135.549.100.- 19 rekam medis berpotensi mengalami penurunan nilai klaim simulasi penurunan Rp. 35.036.200.-. ketidakakuratan pengodean klinis disebabkan coder tidak menulis kode diagnosis DM dengan digit ke-4 yang sesuai, dokter tidak menegakkan diagnosis sekunder hasil pemeriksaan penunjang serta catatan medis dan pemeriksaan penunjang yang tidak lengkap. Kata kunci: Klinis, Finansial, DM, Kesenjangan, Ketidakakuratan.
Copyrights © 2026