Aries Widiyoko
Politeknik Indonusa Surakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS PASIEN LAMA DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Moh Dwi Fadel Yunus; Aries Widiyoko; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.182

Abstract

Abstrak - Pelayanan rekam medis yang sesuai standar sangat membantu dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit, salah satu indikatornya adalah penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan. Sesuai standar pelayanan minimal bahwa penyediaan rekam medis rawat jalan adalah < 10 menit. Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta masih ditemukan dokumen rawat jalan pasien lama penyediaannya belum sesuai standar yaitu > 10 menit. Sehingga perlu analisis faktor penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan pasien lama menggunakan aspek manajemen 5M(man, machine, material, methode, money). Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan diskriptif dengan populasi dan sampel adalah petugas rekam medis dibagian filing. Cara pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu menjelaskan karakteristik setiap variable penelitian. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa SDM di bagian filing belum D3 Rekam medis dan untuk alur, SOP juga belum ada sehingga didapatkan hasil penyediaan dokumen dari 30 sampel terdapat 23 dokumen yang melebihi >10 menit waktu penyediaannya yang rata-rata waktunya 20 menit, sedangkan 7 dokumen sudah tepat waktu yaitu rata—rata 7 menit sudah tersedia. Maka perlu penyesuaian SDM dibagian filing menjadi D3 rekam medis dan membuat SOP dan alur penyediaan dokumen rekam medis pasien lama. Kata kunci : rekam medis, rawat jalan, penyediaan Abstract — Medical record services that comply with standards are very helpful in improving the quality of service in hospitals, one indicator of which is the provision of outpatient medical record documents. According to the minimum service standards, providing outpatient medical records is <10 minutes. At the PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta, it was still found that long patient outpatient documentation was not provided according to standards, namely > 10 minutes. So it’s necessary research on factor analysis for providing outpatient medical record documents for old patients using the 5M management aspects (man, machine, material, method, money). The research method uses qualitative with a descriptive approach with population and the sample is a medical records officer in the filing section. The data collection method uses interview and observation guidelines. Data analysis uses descriptive analysis, namely explaining the characteristics of each research variable. The results of this research provide an illustration that human resources in the filing section do not yet have D3 medical records and for flow, SOPs also do not yet exist so that the results obtained from providing documents from 30 samples are 23 documents that exceed >10 minutes in the provision time, the average time of which is 20 minutes, while 7 Documents are available on time, namely an average of 7 minutes. So it is necessary to adjust human resources in the filing section to become D3 medical records and create an SOP for the flow of providing medical record documents for old patients. Keywords: medical records, outpatient care, provision
Analisis Strategi Implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Ery Syabilla Putri; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.186

Abstract

Latar belakang: SIMRS merupakan suatu aplikasi yang dibuat untuk menunjang kegiatan operasional rumah sakit melalui data yang terintegrasi dan terorganisir. SIMRS digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Proses implementasi SIMRS di rumah sakit banyak yang mengalami kendala. Tujuan: Menganalisis strategi implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta melalui SWOT berdasarkan faktor Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mother Nature. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Sampel penelitian didapatkan 18 orang dari unit rawat jalan dan IT, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Implementasi SIMRS berdasarkan faktor Man diperoleh hasil 60,78%, faktor Money diperoleh hasil 58,82%, faktor Method diperoleh hasil 11,76%, faktor Machine diperoleh hasil 35,29%, faktor Material diperoleh hasil 62,35%, dan faktor Mother Nature diperoleh hasil 79,41%. Kesimpulan: Implementasi SIMRS yang belum sesuai terdapat pada faktor Method dan Machine. Namun, pada faktor yang lain juga masih perlu ditingkatkan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisis SWOT antara lain yaitu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan SDM melalui seminar atau pelatihan, percepatan pengembangan fitur SIMRS sesuai kebutuhan pengguna, membuat SOP penggunaan SIMRS, peningkatan sarana dan prasarana penunjang SIMRS, peningkatan keamanan akses pada SIMRS, serta penambahan petugas IT.
Analyze Analyze of User Satisfaction of JKN Mobile Application Service Using Servqual Method in the BPJS Health Area of Surakarta: Analyze of User Satisfaction of JKN Mobile Application Service Using Servqual Method in the BPJS Health Area of Surakarta Ananda Kurnia Lestari; Aries Widiyoko; Sri Suparti
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.204

Abstract

Technological advances in the health sector, such as the Mobile JKN application which was officially launched by BPJS Kesehatan on December 18, 2017 to facilitate access to Health services. The Mobile JKN application is still experiencing technical problems such as login problems, server overload, and data integration. The satisfaction level of users in the BPJS Kesehatan Surakarta area reached 89.71%, there were 10.29% who were dissatisfied, especially regarding the reliability and responsiveness of the application. Negative reviews of online registration and feature incompleteness reflect gaps in services that need to be fixed. This study was a quantitative analytical study with a cross sectional design involving 392 respondents. The data were analyzed using a chi-square test with a significant value of >0.05. Bivariate analysis with the chi square test results in a significant value of less than 0.05, meaning that five dimensions of service quality (reliability (0.025), assurance (0.05), tangibles (0.000), empathy (0.013), and responsiveness (0.004) have a significant relationship with the satisfaction level of the users of the Mobile JKN application. The quality of servqual proved to have a significant relationship with the satisfaction level of JKN Mobile Application users.
Analisis Efektivitas Fungsi Manajemen Penanganan Pending Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap Di RSUD dr. Soeratno Gemolong Aisyah Zakiyah Darojat; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.209

Abstract

Pending klaim pada pasien rawat inap masih banyak terjadi di RSUD dr. Soeratno Gemolong, yang mengakibatkan kendala pada kelancaran operasional rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh beban kerja yang tinggi, job description yang tidak jelas, dan kurangnya evaluasi serta monitoring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas fungsi manajemen dalam penanganan klaim pending BPJS Kesehatan pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, melibatkan 6 informan yang terlibat langsung dalam proses pengajuan klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas fungsi manajemen penanganan klaim pending masih kurang efektif. Pada fungsi perencanaan, indikator sumber daya manusia mencapai 79,2% dan sarana prasarana 66,6%. Fungsi pengorganisasian menunjukkan hasil 83,3% untuk job description dan 79,2% untuk SOP. Fungsi pelaksanaan tergolong cukup efektif dengan motivasi pimpinan 79,2% dan kebijakan 91,7%. Sementara itu, fungsi pengawasan menunjukkan efektivitas yang kurang dengan evaluasi 83,3% dan monitoring 70,8%. Perlu adanya perbaikan fungsi manajemen untuk meningkatkan efektivitas penanganan klaim BPJS Kesehatan, melakukan evaluasi, menambah komputer dan scanner, serta pembaruan SOP dan kebijakan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Analisis Kepuasan Pengguna Terhadap Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode EUCS di RSUD Kota Salatiga Maria Ervina Damaranti; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.211

Abstract

System convenience, data access speed, and reliability greatly affect RME user satisfaction. Salatiga City Hospital has been using RME, but there are still some issues that need to be addressed, such as unstable network, double data entry, and complicated flow. This leads to longer queues and longer patient waiting times. By applying the End User Computing Satisfaction (EUCS) method, which includes 5 dimensions: content, accuracy, format, timeliness, and ease of use, the purpose of this study was to measure user satisfaction with RME. The type of research used was quantitative analytical with a cross sectional approach. Purposive sampling was used to select the sample, which included 50 respondents who met the requirements for inclusion. The instrument applied was a questionnaire distributed to outpatient unit officers who used RME, with answers provided. Univariate and bivariate tests were used to analyse the data. The study results proved that there was a significant correlation between electronic medical record user satisfaction and the variables of content (0.000), accuracy (0.002), format (0.001), timeliness (0.000), and ease of use (0.000). As a result, improvements in these aspects are essential to increase user satisfaction and the effectiveness of the RME system in hospitals.
Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode DOQ-IT di Poliklinik Eksekutif Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga Shavitri Chandriani; Aries Widiyoko; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.212

Abstract

Sistem informasi telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan. Implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan belum merata, meskipun manfaatnya banyak dirasakan oleh penggunanya. RSUD Kota Salatiga sudah menerapkan rekam medis elektronik (RME) sesuai dengan PMK Nomor 24 Tahun 2022 sejak November 2023, namun di Poliklinik Eksekutif masih terdapat kendala petugas belum terbiasa, belum ada SOP, dan integrasi data belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesiapan implementasi RME menggunakan metode DOQ-IT di Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Salatiga. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah 30 responden teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian pada aspek sumber daya manusia mendapatkan rata-rata 3,1 kategori cukup siap. Budaya kerja organisasi mendapatkan rata-rata 3,2 kategori cukup siap. Tata kelola dan kepemimpinan mendapatkan rata-rata 3,1 kategori cukup siap. Infrastruktur mendapatkan rata-rata 3,3 kategori cukup siap. Skor total kesiapan sebesar 95,48 yang menunjukkan bahwa Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Salatiga berada pada Range II yaitu Cukup Siap. Kesimpulan dari penelitian ini adanya staff IT yang kompeten, tetapi perlu adanya pelatihan lanjutan bagi pengguna RME, pandangan positif oleh tenaga kesehatan terhadap RME, peran pimpinan yang dapat mendukung implementasi RME, dan pengadaan dan pemeliharaan RME yang memadai.
Analisis Penerapan RME di Poliklinik Reguler Rawat Jalan RSUD Kota Salatiga Menggunakan Metode HOT-Fit Aryawan Eka Syahputra; Wahyu Wijaya Widiyanto; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.255

Abstract

The advancement of information systems requires every health facility to implement Electronic Medical Records (EMR) in accordance with Minister of Health Regulation No. 24 of 2022. Salatiga City Hospital has been using the EMR system since 2023, but obstacles such as system disruptions during peak hours and features that are not relevant to the needs of officers were found.The purpose of this study was to analyze the implementation of EMR in the Regular Outpatient Polyclinic of Salatiga City Hospital based on the Human, Organization, Technology, and Net Benefit (HOT-FIT) approach. This study used a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique. With 43 respondents consisting of health workers. Data were collected through questionnaires and in-depth interviews, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that the Human aspect had a respondent achievement rate (TCR) of 76.2% in the Good category, but the training aspect was still less than optimal and user satisfaction was not optimal due to technical constraints. The Organization aspect was 74,0% in the Good category, but management support was not optimal. Technology aspect 72.5% in the Good category, indicating a fairly good system even though errors often occur during peak hours, features that are less relevant and the ability of the person in charge is less than optimal. Net Benefit aspect 77.5% in the Good category, but there are still input errors due to human error. The conclusion of this study shows that the implementation of RME is running Well, but improvements are needed in user training and strengthening of technology infrastructure to support the success of the system.