Sekolah Sampah Bantala Abyudaya (Kolah Banyu) Kalurahan Sendangsari memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan berkelanjutan. Namun, Kolah Banyu masih menghadapi kendala terkait partisipasi masyarakat lokal masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terkait manfaat keberadaan eduwisata untuk peningkatan ekonomi serta keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata edukasi. Oleh karena itu, Tim PPK Ormawa Himakom Akprind University melakukan pendampingan kepada masyarakat lokal terkait peningkatan kompetensi masyarakat lokal agar dapat mengelola Kolah Banyu menjadi destinasi eduwisata berbasis lingkungan serta memahami strategi promosi dan branding Eduwisata Kolah Banyu untuk meningkatkan skalabilitas dan jangkauan pengunjung. Metode yang digunakan adalah melalui 4 tahapan: 1) identifikasi potensi dan masalah di Kolah Banyu; 2) Sosialisasi program; 3) Pendampingan; dan 4) Evaluasi. Hasil pendampingan menunjukkan sebagian besar warga telah memahami konsep eduwisata berbasis lingkungan, manfaat keberadaan eduwisata terkait peningkatan ekonomi masyarakat lokal, dan siap mendukung penuh pengembangan Kolah Banyu menjadi salah satu destinasi desa wisata edukasi berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026