Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan adalah penopang ekonomi, namun kerap menghadapi tantangan dalam penerapan standar Keamanan Pangan (KP), khususnya Higiene Sanitasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan intervensi dalam meningkatkan pengetahuan dan intensi praktik KP pelaku UMKM. Kegiatan dilaksanakan pada 30 pelaku UMKM di Desa Wisata Sangkuliman Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan dengan kuesioner evaluasi yang mencakup pengetahuan dasar KP dan intensi penerapan praktik. Hasil menunjukkan bahwa tingkat intensi praktik KP (mencuci tangan, pemisahan alat mentah/matang, dan pencatatan suhu) berada pada skor rata-rata yang tinggi (4.71 dari 5.00) setelah pelatihan. Sementara itu, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan teknis KP (seperti suhu aman penyimpanan kulkas dan suhu masak minimum ayam), mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil mengisi gap pengetahuan krusial. Program ini berhasil mendorong kesiapan partisipan untuk mengadopsi prosedur standar. Direkomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan dan dukungan pengadaan alat saniter untuk mengatasi hambatan implementasi.
Copyrights © 2026