Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan Nusa Tenggara Barat yang kaya akan budaya Sasak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah melalui pendekatan kearifan lokal suku Sasak dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 30 kader kesehatan posyandu, 12 belian (dukun tradisional Sasak), dan 90 ibu balita di Desa Rembitan. Kegiatan meliputi pemetaan potensi pangan lokal berbasis budaya, pelatihan pengolahan makanan tradisional bergizi tinggi (ayam taliwang, plecing kangkung, dan beberuk terong), serta integrasi edukasi gizi dalam tradisi begawe dan sorong serah. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 82%, adopsi menu pangan lokal bergizi pada 75% keluarga dampingan, serta terbentuknya Kelompok Ibu Peduli Gizi Anak (KIPGA) sebagai wadah keberlanjutan program berbasis budaya Sasak.
Copyrights © 2026