Perkembangan komunikasi digital melalui media sosial telah mengubah pola interaksi manusia menjadi lebih cepat dan dinamis. Salah satu fenomena yang muncul adalah konflik antarfandom K-pop atau war di platform X (Twitter), yang ditandai dengan penggunaan bahasa yang variatif, termasuk campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, penggunaan, dan kecenderungan campur kode dalam interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan dalam percakapan war K-pop di media sosial X. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode muncul dalam bentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat, dengan dominasi pada bentuk kata dan frasa. Campur kode berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk menyerang, membela, dan menegaskan posisi dalam konflik. Selain itu, ditemukan kecenderungan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa dasar dengan penyisipan bahasa Inggris sebagai penguat ekspresi dan penanda identitas komunitas.
Copyrights © 2026