Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi administrasi hubungan masyarakat dalam membangun kerja sama antara sekolah dan masyarakat sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan akibat kurang optimalnya fungsi humas sekolah sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala bidang humas, guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi administrasi humas dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan kegiatan humas disusun secara partisipatif melalui rapat kerja sekolah, sementara pelaksanaan berfokus pada komunikasi dua arah, kemitraan dengan masyarakat, dan publikasi kegiatan sekolah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program dan merancang tindak lanjut. Implementasi administrasi humas yang baik terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat citra positif sekolah, dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa administrasi humas yang terencana dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis kolaborasi antara sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2026