Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filsafat Pancasila terhadap pembentukan identitas generasi muda Indonesia di era globalisasi dan digitalisasi. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa memiliki peran fundamental dalam membentuk arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, derasnya arus budaya global melalui media sosial, hiburan, dan teknologi menimbulkan dilema identitas bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di sekolah menengah atas dan organisasi kepemudaan, melibatkan siswa, mahasiswa, guru, serta pembina organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman generasi muda terhadap Pancasila masih bersifat normatif dan formal, terbatas pada hafalan sila-sila tanpa penghayatan filosofis yang mendalam. Identitas generasi muda terbentuk dari kombinasi nilai lokal dan global, sehingga internalisasi nilai Pancasila belum sepenuhnya kuat. Faktor penghambat utama adalah pendekatan pendidikan yang terlalu formal dan kurang kontekstual, serta dominasi budaya populer global. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pendidikan yang lebih kreatif dan relevan, seperti pemanfaatan media sosial, pengaitan nilai Pancasila dengan isu aktual, serta penguatan peran keluarga, sekolah, dan organisasi kepemudaan. Dengan demikian, filsafat Pancasila tetap relevan sebagai dasar pembentukan identitas generasi muda, namun membutuhkan revitalisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.
Copyrights © 2026