Berbicara dalam bahasa Inggris bukan hal yang mudah bagi sebagian besar mahasiswa, terutama di tahun-tahun awal perkuliahan. Banyak dari mereka masih berjuang dengan rasa kurang percaya diri, kosakata yang terbatas, dan minimnya kesempatan untuk berlatih secara nyata di luar kelas. Project-Based Learning (PBL) diyakini dapat menjadi salah satu jalan keluar dari persoalan ini karena memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Santo Thomas Medan memandang dan merasakan penerapan PBL dalam kelas speaking mereka. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain studi kasus. Sebanyak 30 mahasiswa dipilih sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan lewat wawancara semi-terstruktur, pengamatan langsung di kelas, dan telaah dokumen. Dari proses analisis tematik yang dilakukan, muncul tiga tema besar: pertama, PBL terbukti mampu menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri mahasiswa dalam berbicara; kedua, kegiatan proyek mendorong terjadinya komunikasi yang lebih hidup dan kolaborasi yang bermakna antar mahasiswa; dan ketiga, tidak sedikit mahasiswa yang menghadapi kendala nyata seperti sulitnya membagi waktu dan ketimpangan kemampuan dalam satu kelompok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang berguna bagi para pengajar dalam merancang pembelajaran speaking yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
Copyrights © 2026