Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis posisi strategis Venezuela sebagai titik temu persaingan hegemonik global kurun waktu 2021-2025 di bawah rezim Amerika Serikat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi kasus tunggal dan teknikprocess tracing, penelitian ini membedah rekonfigurasi elit di Caracas melalui pisau analisis Teori Resiliensi Elit dan Realisme Neoklasik. Variabel penelitian difokuskan pada tekanan sistematik global (independen) dan adaptasi internal (intervening. Pengumpulandata sekunder dilakukan melalui teknik purposive sampling terhadap dokumen resmi kebijakan luar negeri dan laporan lembaga pemikir internasional, yang kemudian dianalisis secara kualitatif-sistematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan maximum pressure dari Barat menciptakan efek bumerang geopolitik yang melahirkan mekanisme survival baru melalui penguatan ekonomi bayangan (shadow economy) dan pengalihan ketergantungan strategis ke jalur non-tradisional. Elit rezim maduro berhasil memanipulasi isolasi finansial untuk mengonsolidasikan loyalitas internal dan militer. Kesimpulannya, polarisasi kekuatan besar di Venezuela mempertegas pergeseran tatanan dunia dari unipolaritas menuju multipolaritas. Dalam lanskap ini, instrumen sanksi ekonomi internasional terbukti menemui jalan buntu dan kehilangan efektivitasnya dalam memicu pergantian rezim (regime change), melainkan justru mempercepat integrasi Venezuela ke dalam blok kekuatan revisionis (Rusia, Tiongkok, dan Iran) penantang hegemoni Barat.
Copyrights © 2026