Masalah gizi pada anak balita tetap menjadi isu prioritas dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil status gizi balita usia 0–5 tahun yang tersebar di tiga jorong Nagari Batu Palano. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh balita usia 0–5 tahun di Jorong Aceh Baru, Simpang III, dan Padang Tarok yang berjumlah 80 balita, dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari pencatatan Posyandu pada bulan Januari 2026 dan dianalisis menggunakan indikator antropometri WHO yang mencakup BB/U, TB/U, BB/TB, IMT/U, dan LK/U. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting tertinggi di Jorong Aceh Baru (45,0%) dan Padang Tarok (37,93%), sedangkan prevalensi underweight tertinggi terdapat di Aceh Baru (35,0%). Fenomena beban gizi ganda teridentifikasi di Padang Tarok, dengan proporsi gizi lebih dan obesitas berdasarkan IMT/U sebesar 31,04%. Sebagian besar balita memiliki lingkar kepala normal, meskipun ditemukan beberapa kasus makrosefali dan mikrosefali. Temuan ini menegaskan bahwa stunting dan beban gizi ganda masih menjadi masalah yang memerlukan perhatian di wilayah penelitian. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang dan intervensi gizi secara berkelanjutan sangat diperlukan.
Copyrights © 2026