Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Pengendalian kadar glukosa darah dipengaruhi oleh penerapan pengaturan makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan pengaturan makan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan diabetes melitus di Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengaturan makan dikumpulkan menggunakan formulir SQ-FFQ dan form jadwal makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner GPAQ. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik rendah (66,7%) dan kadar glukosa darah terkendali (81%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengaturan makan dengan kadar glukosa darah (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah (p=0,026; rs=-0,343). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus, sedangkan pengaturan makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Peningkatan aktivitas fisik secara teratur diperlukan untuk membantu pengendalian glukosa darah.
Copyrights © 2026