Hygiene dan sanitasi makanan diperlukan dalam kegiatan penyelenggaraan makanan khususnya untuk kegiatan pengolahan sampai dengan penyajian makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penerapan food hygiene sanitasi sebelum dan sesudah edukasi di instalasi gizi RSUD Tabanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan menggunakan desain one-group pretest-posttest. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 35 sampel yang dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi penjamah makanan di RSUD Tabanan, pria/wanita usia 20–60 tahun, mampu berkomunikasi, membaca, dan menulis dengan baik, serta bersedia mengikuti edukasi. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon (α=0,05). Disarankan supaya pemberian edukasi hygiene sanitasi makanan dilakukan secara berkesinambungan agar penjamah makanan memiliki pengetahuan yang baik yang dapat memengaruhi sikap dan praktik.
Copyrights © 2026