Penelitian ini menganalisis pengaruh perceived cultural authenticity, creator credibility, dan perceived cultural relevance terhadap audience engagement pada konten warisan budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan survei cross-sectional terhadap 300 pengguna aktif media sosial yang pernah mengakses konten warisan budaya Indonesia. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model pengukuran memenuhi kriteria reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Model struktural mampu menjelaskan 68,4% variasi audience engagement serta memiliki relevansi prediktif yang memadai dengan nilai Q² sebesar 0,452. Perceived cultural authenticity berpengaruh positif dan signifikan terhadap audience engagement (β=0,286; p<0,001), demikian pula creator credibility (β=0,214; p<0,001) dan perceived cultural relevance (β=0,421; p<0,001). Perceived cultural relevance merupakan prediktor terkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya penyajian konten warisan budaya yang autentik, kredibel, relevan, serta terhubung dengan identitas dan pengalaman kontemporer audiens. Implikasinya, kreator dan lembaga budaya perlu mengembangkan strategi komunikasi yang informatif, partisipatif, kontekstual, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2024