Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga memerlukan upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan masyarakat. Program Desa Tangguh Bencana (Destana) dikembangkan sebagai salah satu strategi berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam meningkatkan ketahanan masyarakat desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, artikel ilmiah, laporan resmi, dan dokumen pendukung lainnya, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Destana berperan dalam meningkatkan ketahanan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas, kesiapsiagaan, partisipasi masyarakat, dan kelembagaan dalam pengurangan risiko bencana. Keberhasilan implementasi program ditentukan oleh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Tantangan implementasi masih berkaitan dengan keterbatasan sumber daya dan struktur birokrasi yang berdampak pada belum optimalnya integrasi Program Destana ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa). Integrasi Program Destana ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa menjadi prasyarat penting untuk mendukung keberlanjutan program serta memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap bencana
Copyrights © 2026