Penelitian ini membahas fenomena terkikisnya identitas santri alumni pondok pesantren, yang diindikasikan oleh penurunan kemampuan regulasi diri (self-regulation) ketika berada di lingkungan luar pondok. Dengan mengambil studi kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor, penelitian kualitatif berjenis studi kasus ini bertujuan mengungkap dinamika regulasi diri alumni dalam mempertahankan identitas santri. Analisis data menggunakan kerangka teoretis Regulasi Diri (model Zimmerman dan Bandura Triadic Reciprocal Causality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alumni Gontor mempertahankan identitas santri dengan menjadikan nilai Panca Jiwa Pondok (Ikhlas, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) sebagai standar diri yang diinternalisasi (Fase Forethought). Peran pendidikan pesantren adalah melalui sistem asrama 24 jam dan keteladanan guru (uswah) yang membentuk karakter terintegrasi. Faktor pendukung utama meliputi Ikatan Alumni (IKPM) sebagai penguat eksternal, sementara penghambatnya adalah gangguan pada fase transisi dari diatur menjadi mengatur diri sendiri, serta lingkungan luar yang permisif.
Copyrights © 2026