Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan, dan proses pengobatannya, seperti kemoterapi, sering menyebabkan kelelahan berlebihan dan gangguan pola tidur. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien, mengganggu proses pemulihan, serta meningkatkan risiko komplikasi psikologis dan fisik. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko keperawatan yang tepat untuk membantu pasien mengatasi masalah tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Teori Self-Care Deficit dari Dorothea Orem. Teori ini menekankan pentingnya membantu pasien dalam merawat dirinya sendiri (self-care), terutama ketika pasien belum mampu sepenuhnya mandiri karena kondisi penyakit. Dalam teori ini, perawat berperan memberikan bantuan, edukasi, dan dukungan sesuai kebutuhan pasien. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus terhadap seorang pasien kanker payudara usia 46 tahun yang mengalami kelelahan dan sulit tidur akibat kemoterapi. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama lima hari, termasuk edukasi tentang kebersihan tidur, latihan pernapasan dalam, dan manajemen aktivitas sehari-hari, kondisi pasien menunjukkan perbaikan. Tingkat kelelahan menurun, durasi tidur meningkat, dan pasien menjadi lebih mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa teori Orem dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun intervensi keperawatan yang efektif dan tepat sasaran untuk mengurangi kelelahan dan memperbaiki pola tidur pasien kanker. Pendekatan ini juga membantu meningkatkan motivasi dan semangat pasien dalam menjalani pengobatan.
Copyrights © 2026