Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar melalui permainan engklek terhadap kemampuan literasi anak kelompok B2 di RA Perwanida Sampit. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal dengan desain eksperimen semu (pretest-posttest). Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi terstruktur dan tes literasi sederhana, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas—aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar—berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kemampuan literasi anak. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,016; 0,041; dan 0,004 (p < 0,05), sedangkan hasil uji F simultan memperoleh nilai Fhitung = 560,012 dengan signifikansi < 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran literasi berbasis permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan literasi anak secara bermakna. Secara konseptual, permainan engklek huruf memfasilitasi keterpaduan antara gerakan motorik kasar dan proses pengenalan simbol bahasa, sehingga mendukung perkembangan kognitif, fisik, dan sosial-emosional anak secara holistik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran literasi yang aktif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026