Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills) yang krusial bagi siswa SMK rumpun elektro untuk mentransisikan teori ke ranah praktik. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis, memetakan, dan mendeskripsikan secara mendalam profil kemampuan pemecahan masalah matematis serta bentuk kesalahan kognitif siswa dalam menyelesaikan kasus Hukum Ohm dan Kirchhoff. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di wilayah Jakarta Pusat, di mana 6 subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan klaster kemampuan (tinggi, sedang, rendah) untuk diwawancarai secara klinis. Instrumen yang digunakan meliputi Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (TKPMM) berbentuk soal uraian kontekstual-teknik dan pedoman wawancara mendalam, dengan validitas data diuji melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (50%) berada pada kategori kemampuan yang rendah. Hambatan kognitif terbesar siswa ditemukan pada tahap merencanakan penyelesaian berupa kelemahan mathematical transfer saat mengubah skema rangkaian dua loop menjadi model aljabar formal. Selain itu, kegagalan terjadi pada tahap melaksanakan rencana akibat ketidak telitian prosedur komputasi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Tidak ada siswa (0%) yang melakukan tahap metakognisi memeriksa kembali hasil pengerjaannya. Kelebihan penelitian ini terletak pada analisis diagnostik struktural berbasis tahapan Polya yang diintegrasikan langsung pada materi kejuruan, sementara kekurangannya terbatas pada lokus penelitian yang sempit. Pengembangan selanjutnya direkomendasikan pada penerapan perangkat intervensi seperti modul matematika bilingual integratif berbasis teknik.
Copyrights © 2026