Pembelajaran eksakta di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) seringkali diajarkan secara parsial dan teoretis. Siswa kesulitan mengorelasikan struktur abstrak aljabar dengan fenomena fisik di dunia nyata, yang berdampak pada rendahnya literasi numerasi-sains. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas implementasi pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui proyek pembuatan roket air dalam meningkatkan kemampuan integrasi konsep aljabar formal dan hukum fisika pada siswa SMP. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari dua kelas VIII (32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol) di salah satu SMP Negeri di Jakarta Pusat. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berupa soal uraian (essay) pre-test dan post-test berbasis Higher-Order Thinking Skills (HOTS) serta instrumen non-tes berupa angket respon siswa dengan skala Likert 4 pilihan (Forced Choice Scale). Analisis data kuantitatif menggunakan indeks Normalized Gain (N-Gain) dan uji Independent Sample t-test melalui perangkat lunak Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan integrasi konsep yang signifikan pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,674 (kategori sedang menuju tinggi), jauh mengungguli kelas kontrol yang hanya mencapai 0,313 (kategori rendah). Uji-t mengonfirmasi perbedaan pengaruh yang signifikan secara statistik ($p < 0,001$). Kelebihan pendekatan ini adalah mampu mengubah fungsi aljabar menjadi alat penalaran prediktif yang konkret bagi siswa.
Copyrights © 2026