Latar belakang: Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik yang menyebabkan 90% gempa bumi di dunia dengan Kabupaten Bantul sebagai salah satu wilayah berisiko tinggi. Dampak gempa tidak hanya fisik, tetapi juga psikososial sehingga relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) sebagai garda terdepan tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis, melainkan juga kemampuan mengelola emosi. Emotional intelligence menjadi fondasi penting ketahanan emosional relawan, namun penelitian mengenai hubungannya dengan kesiapsiagaan bencana di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara emotional intelligence dengan kesiapsiagaan gempa bumi pada relawan FPRB Jambidan Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional cross-sectional dengan total sampling berjumlah 35. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Emotional intelligence Scale sejumlah 25 item dan kuesioner kesiapsiagaan berjumlah 50 item, dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Sebagian besar relawan memiliki emotional intelligence kategori tinggi (94,3%) dan kesiapsiagaan kategori sangat siap (88,6%). Terhadap hubungan positif signifikan antara keduanya dengan p-value < 0,001 dan koefisien korelasi 0,662. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat antara emotional intelligence dengan kesiapsiagaan gempa bumi. Semakin tinggi emotional intelligence maka semakin tinggi kesiapsiagaan relawan.
Copyrights © 2026