Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan pedagogis guru dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab di kalangan siswa sekolah dasar melalui mediasi konflik di SDN Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian terdiri dari satu guru Pendidikan Agama Islam (PJK) dan dua guru yang terlibat dalam kegiatan mediasi konflik dan pengembangan karakter di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang paling umum terjadi di antara siswa adalah insiden perundungan verbal ringan yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan interaksi teman sebaya. Untuk mengatasi konflik ini, guru menerapkan pendekatan segitiga restitusi, menekankan refleksi diri, kesadaran moral, dan tanggung jawab intrinsik siswa. Guru bertindak sebagai mediator dan fasilitator yang membimbing siswa untuk mengenali kesalahan mereka, memahami konsekuensi dari tindakan mereka, dan secara mandiri menentukan tindakan korektif yang tepat. Pendekatan ini terbukti dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, pengendalian diri, dan perilaku positif di kalangan siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa mediasi konflik berdasarkan segitiga restitusi dapat berfungsi sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk memperkuat karakter tanggung jawab pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026