Artikel ini mengkaji konsep pembelajaran sepanjang hayat dari perspektif tradisi Nabi Muhammad (hadits), khususnya berfokus pada riwayat yang banyak dikutip, “Carilah ilmu dari buaian sampai liang kubur.” Meskipun sanad hadits ini telah diperdebatkan di kalangan ulama dan sering dikategorikan sebagai lemah (da‘if), makna substansialnya sangat didukung oleh banyak hadits sahih yang menekankan keutamaan, kewajiban, dan keberlanjutan dalam mencari ilmu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis landasan teologis, implikasi pendidikan, dan dimensi spiritual pembelajaran sepanjang hayat dalam kerangka pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif, artikel ini mengeksplorasi interpretasi ilmiah klasik dan kontemporer terhadap hadits-hadits yang relevan, serta kontekstualisasinya dalam wacana pendidikan modern. Temuan menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran berkelanjutan sangat berakar dalam ajaran Islam. Pengetahuan dalam Islam tidak dibatasi oleh usia, status sosial, atau batasan institusional formal. Sebaliknya, hal itu dipandang sebagai kewajiban abadi ('ibadah) yang menyertai seorang Muslim sepanjang hidupnya. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bahwa pendidikan Islam secara inheren mempromosikan paradigma pembelajaran holistik dan berkelanjutan, mengintegrasikan pertumbuhan intelektual dengan penyempurnaan spiritual.
Copyrights © 2026