Perawat yang bekerja di ruang Intensive Care Unit (ICU) menghadapi tuntutan kerja yang tinggi yang berpotensi menimbulkan burnout dan berdampak pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat burnout dan kesejahteraan psikologis perawat ICU. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian terdiri dari 210 perawat ICU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (PWB). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout perawat ICU berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan kelelahan emosional sebagai dimensi yang paling dominan. Kesejahteraan psikologis perawat ICU berada pada kategori sedang. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara burnout dan kesejahteraan psikologis (r = –0,53; p < 0,001). Hasil regresi menunjukkan bahwa burnout berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 28%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa burnout berhubungan erat dengan penurunan kesejahteraan psikologis perawat ICU, sehingga diperlukan upaya pencegahan burnout dan peningkatan kesejahteraan psikologis melalui dukungan individual dan organisasi.
Copyrights © 2026