Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Burnout dan Kesejahteraan Psikologis Perawat di Ruang ICU: Analisis Deskriptif dan Regresi Linear dalam Upaya Pencegahan Stres Kerja Meilisa Silviana
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.290

Abstract

Perawat yang bekerja di ruang Intensive Care Unit (ICU) menghadapi tuntutan kerja yang tinggi yang berpotensi menimbulkan burnout dan berdampak pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat burnout dan kesejahteraan psikologis perawat ICU. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian terdiri dari 210 perawat ICU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (PWB). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout perawat ICU berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan kelelahan emosional sebagai dimensi yang paling dominan. Kesejahteraan psikologis perawat ICU berada pada kategori sedang. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara burnout dan kesejahteraan psikologis (r = –0,53; p < 0,001). Hasil regresi menunjukkan bahwa burnout berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 28%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa burnout berhubungan erat dengan penurunan kesejahteraan psikologis perawat ICU, sehingga diperlukan upaya pencegahan burnout dan peningkatan kesejahteraan psikologis melalui dukungan individual dan organisasi.
Pengaruh Pemberian Jus Sirsak terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Linda Andriani; Rohana; Meilisa Silviana; Zuheri; Cut Linar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1734

Abstract

Nyeri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan dapat mengganggu rasa nyaman, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan intensitas nyeri adalah pemanfaatan jus sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 42 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi jus sirsak. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian jus sirsak sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 25 orang (59,5%), dengan nilai rata-rata skor nyeri sebesar 5,90. Setelah pemberian jus sirsak, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 23 orang (54,8%), dengan nilai rata-rata skor nyeri menurun menjadi 3,38. Terjadi penurunan rata-rata skor nyeri sebesar 2,52 poin setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pemberian jus sirsak terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian jus sirsak berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia di Desa Kampung Jawa Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.