Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki kebutuhan pupuk tinggi, namun produksi pupuk dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga diperlukan alternatif pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu fermentasi dan perbandingan bahan terhadap kandungan unsur hara pupuk organik cair (POC) berbahan daun mangga dan pelepah pisang menggunakan bioaktivator Effective Microorganisms 4 (EM4). Proses fermentasi dilakukan secara anaerob dengan variasi perbandingan pelepah pisang (1:0, 1:1, 0:1) serta variasi waktu fermentasi (8, 12, 16 hari). Parameter yang dianalisis meliputi kadar C-Organik, Nitrogen (N), Fosfat (P₂O₅), Kalium (K₂O), dan rasio C/N menggunakan metode spektrofotometri, Kjeldahl, dan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada hari ke-12 dengan perbandingan bahan 0:1 (pelepah pisang : daun mangga), menghasilkan kadar C-Organik sebesar 13,718%, Nitrogen sebesar 1,247%, Fosfat sebesar 1,739%, Kalium sebesar 2,511%, dan rasio C/N sebesar 11,0008. Perlakuan tersebut telah memenuhi standar mutu pupuk organik cair berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) 2011. Penggunaan daun mangga dalam proporsi lebih tinggi terbukti menghasilkan kandungan unsur hara makro yang lebih tinggi dibandingkan pelepah pisang, karena daun mangga memiliki kandungan nitrogen dan mineral yang lebih tinggi serta struktur jaringan yang lebih mudah terdekomposisi.
Copyrights © 2026