Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ASBES DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (Studi Kasus : PT. XYZ) Yustina Ngatilah; Caecilia Pujiastuti; Ricky Eka Putra
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 15 No 2 (2020): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v15i2.143

Abstract

ABSTRAK Industri manufaktur dituntut perencanaan yang baik disemua lini produksi untuk bisa bersaing di era globalisasi saat ini.Perencanaan kebutuhan bahan baku merupakan salah satu yang harus diperhatikan,agar kelancaran proses produksi terjamin. Salah satu tolak ukur perencanaan yang baik ialah mampu memenuhi permintaan sesuai dengan waktu ,jenis dan kuantitas barang yang di inginkan.PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi asbes,dengan permasalahan yang dihadapi adanya penumpukan bahan baku di Gudang. Bahan baku yaitu asbestos dan semen yang menumpuk, sehingga berimbas pada meningkatnya biaya persediaan yang di keluarkan oleh perusahaan. Material Requirement Planning merupakan metode perencanaan kebutuhan bahan baku yang menterjemahkan Jadwal induk produksi menjadi kebutuhan bahan baku berdasarkan struktur produk untuk menentukan kapan dan berapa bahan baku yang harus dipesan.Diharapkan metode ini akan mengurangi biaya persediaan yang ada saat ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan bahan baku periode Januari 2018 – Juni 2019 dengan metode perusahaan di dapatkan Total Cost sebesar Rp7,181,567,947.56,- dan menggunakan metode MRP dengan lot LFL didapatkan Total Cost sebesar Rp5,906,702,181.27.,-. Untuk perencanaan bulan Juli 2019 – Desember 2020 menggunakan metode MRP di dapatkan Total Cost sebesar Rp8,751,169,123.35
Optimal Pressure Vessel Project Schedule Planning with Critical Path Method (CPM) at PT. XYZ Yustina Ngatilah; Caecilia Pujiastuti; Isna Nugraha; Dwi Qomariah Arifin
Nusantara Science and Technology Proceedings 2nd International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project scheduling is one element of planning that provides various information for time efficiency to complete a project. The success of a project starts from the planning and preparation of the correct and systematic stages. Every company must try to complete the work on time as scheduled to avoid various losses that arise. This research aims to determine the activities that are classified as critical in the production of pressure vessels belonging to one of the leading companies in Indonesia engaged in natural gas processing, which PT is carrying out. XYZ. This study also compares the costs incurred to complete the pressure vessel project with a normal and accelerated duration of work. The method used is the Critical Path Method (CPM) and Microsoft Project software. CPM is a network analysis that aims to optimize the total project cost by reducing completion time. The use of the CPM method can save time in completing various stages of a project. The initial project duration is 952 working hours or 119 working days. It can be accelerated to 884 working hours or 111.25 working days, 7.75 days faster than the initial schedule. There are 24 critical activities, and the labor cost that must be spent is IDR 72,034,400.00 under normal conditions, while the labor cost that must be spent for the acceleration condition is IDR 76,626,400.00.
Optimization Approach of Microwave Assisted Extraction Anthocyanins Pigments Butterfly Pea Flowoers (Clitoria Ternatea L.) Using OFAT (One-Factor-At-a-Time) Method Muhammad Daffa' Aththobarani; Anugerah Dany Priyanto; Andre Yusuf Trisna Putra; Luqman Agung Wicaksono; Nove Kartika Erliyanti; Renova Panjaitan; Caecilia Pujiastuti; Nova Triani
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v12i1.8268

Abstract

Optimization of anthocyanin pigment extraction from butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) is an important focus to increase the efficiency of obtaining valuable active compounds. This study marks an initial approach in the application of Microwave-Assisted Extraction (MAE) using 0.75% aquadest-tartaric acid solvent, with the hope of producing more stable anthocyanins. The main objectives of this study were to identify the effect of the solvent-material ratio, extraction duration, and MAE power level on anthocyanin levels (mg/L) through the One-Factor-At-a-Time (OFAT) method. The results showed that the optimal treatment was obtained at condition P17, with a solvent-material ratio of 1:15, an extraction time of 15 minutes, and an MAE power of 450 watts, which produced an anthocyanin level of 33.89 ± 0.47 mg/L. These findings confirm that increasing the solvent-material ratio to the optimal point contributes to increasing anthocyanin recovery. However, excessive MAE time and power can cause pigment degradation. The optimal ratio variables were found to be in the range of 1:15 to 1:25, extraction time 9–15 minutes, and MAE power 270–450 watts. This study is expected to be the basis for further optimization using the Response Surface Methodology (RSM) method which allows for deeper analysis of the interactions between variables.
Respon Kadar NPK dan C-Organik Pupuk Organik Cair terhadap Variasi Komposisi Daun Mangga, Pelepah Pisang, dan Lama Fermentasi dengan Bioaktivator EM4 Adam Rayhansyah; Abimanyu Liswoyo; Caecilia Pujiastuti; Lilik Suprianti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki kebutuhan pupuk tinggi, namun produksi pupuk dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga diperlukan alternatif pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu fermentasi dan perbandingan bahan terhadap kandungan unsur hara pupuk organik cair (POC) berbahan daun mangga dan pelepah pisang menggunakan bioaktivator Effective Microorganisms 4 (EM4). Proses fermentasi dilakukan secara anaerob dengan variasi perbandingan pelepah pisang (1:0, 1:1, 0:1) serta variasi waktu fermentasi (8, 12, 16 hari). Parameter yang dianalisis meliputi kadar C-Organik, Nitrogen (N), Fosfat (P₂O₅), Kalium (K₂O), dan rasio C/N menggunakan metode spektrofotometri, Kjeldahl, dan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada hari ke-12 dengan perbandingan bahan 0:1 (pelepah pisang : daun mangga), menghasilkan kadar C-Organik sebesar 13,718%, Nitrogen sebesar 1,247%, Fosfat sebesar 1,739%, Kalium sebesar 2,511%, dan rasio C/N sebesar 11,0008. Perlakuan tersebut telah memenuhi standar mutu pupuk organik cair berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) 2011. Penggunaan daun mangga dalam proporsi lebih tinggi terbukti menghasilkan kandungan unsur hara makro yang lebih tinggi dibandingkan pelepah pisang, karena daun mangga memiliki kandungan nitrogen dan mineral yang lebih tinggi serta struktur jaringan yang lebih mudah terdekomposisi.
Sintesis Zeolit X dari Natrium Silikat dan Natrium Aluminat: Pengaruh pH dan Konsentrasi Natrium Aluminat Terhadap Kapasitas Tukar Kation Syamsiar Hudawi Syukri; Elvara Rezkia Putri Ivanka; Dyah Suci Perwitasari; Sintha Soraya Santi; Caecilia Pujiastuti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pH dan konsentrasi natrium aluminat terhadap kapasitas tukar kation (KTK) serta kinerja penukaran ion zeolit berbasis aluminosilikat untuk pengolahan limbah logam berat dari industri elektroplating. Zeolit disintesis melalui metode sol–gel dengan variasi pH 8–12 dan konsentrasi natrium aluminat 1–3 M. Karakterisasi material dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), sedangkan kinerja penukaran ion dianalisis terhadap ion Ni2+ dan Pb2+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH sintesis berbanding lurus dengan nilai KTK, dengan nilai maksimum diperoleh pada pH 12. Variasi konsentrasi natrium aluminat menunjukkan hubungan nonlinier terhadap KTK, dengan kondisi optimum pada konsentrasi 1,5 M yang menghasilkan KTK sebesar 202,4144 meq/100 g. Analisis morfologi menunjukkan terbentuknya struktur aluminosilikat khas zeolit dengan agregasi partikel yang tidak seragam. Zeolit yang disintesis pada kondisi optimum menunjukkan efisiensi penurunan konsentrasi ion Ni2+ dan Pb2+ masing-masing sebesar 99,61% dan 99,00%. Hasil ini menunjukkan bahwa parameter sintesis berperan dalam menentukan karakteristik fisikokimia dan kinerja penukaran ion zeolit terhadap logam berat.
Pemanfaatan Adsorben Dari Cangkang Telur Ayam Broiler Untuk Menurunkan Kadar Cu Pada Limbah Elektroplating Aiman Najib Ilham; Hanif Surya Priyatama; Srie Muljani; Caecilia Pujiastuti; Dyah Suci Perwitasari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah elektroplating mengandung logam berat seperti tembaga (Cu) yang bersifat toksik dan berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan cangkang telur ayam broiler sebagai adsorben alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan dalam menurunkan kadar Cu pada limbah elektroplating. Cangkang telur diaktivasi menggunakan HCl 0,1 M selama 24 jam, kemudian dikeringkan pada suhu 100°C. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi massa adsorben (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) dan waktu kontak (20, 40, dan 60 menit) pada volume larutan 20 mL dengan konsentrasi awal Cu 958,03 mg/L. Analisis kadar Cu menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi adsorpsi meningkat seiring bertambahnya massa adsorben dan waktu kontak. Kondisi optimum dicapai pada massa adsorben 6 gram dan waktu kontak 60 menit dengan persentase recovery sebesar 99,5764% dan kadar akhir Cu 4,058 mg/L. Model isoterm Langmuir (R² = 0,8911) lebih sesuai dibandingkan Freundlich (R² = 0,846) dalam menggambarkan proses adsorpsi, yang mengindikasikan adsorp si terjadi pada permukaan homogen dengan pembentukan monolayer. Rasio optimum adsorben terhadap larutan adalah 1 : 3,33 (gram/mL). Penelitian ini membuktikan bahwa cangkang telur ayam teraktivasi asam berpotensi sebagai adsorben yang efektif dan efisien untuk pengolahan limbah elektroplating.