Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang ditandai oleh disfungsi organ akibat respons tubuh yang tidak terkontrol terhadap infeksi dan masih menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU). Pedoman Surviving Sepsis Campaign (SSC) 2021 merekomendasikan penerapan Sepsis Bundle dalam satu jam pertama untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan angka kematian. Namun, kepatuhan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan setiap komponen Sepsis Bundle masih bervariasi sehingga berpotensi memengaruhi outcome klinis pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan penerapan Sepsis Bundle dengan outcome pasien sepsis di ruang intensif. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 112 pasien dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari seluruh pasien sepsis yang dirawat di ICU Rumah Sakit X periode Januari–Juni 2026. Data diperoleh melalui telaah rekam medis dan lembar audit kepatuhan Sepsis Bundle berdasarkan pedoman SSC 2021. Outcome pasien dikategorikan menjadi membaik dan meninggal saat keluar dari ICU. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 69,6% pasien mendapatkan penerapan Sepsis Bundle yang patuh, sedangkan 30,4% tidak patuh. Pasien dengan penerapan Sepsis Bundle yang patuh memiliki proporsi outcome membaik lebih tinggi (79,5%) dibandingkan kelompok tidak patuh (44,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan penerapan Sepsis Bundle dengan outcome pasien (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kepatuhan penerapan Sepsis Bundle merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan outcome pasien (AOR=4,12; 95% CI=1,87–9,09). Kesimpulan: Kepatuhan penerapan Sepsis Bundle berhubungan secara signifikan dengan outcome pasien sepsis di ruang intensif. Implementasi Sepsis Bundle secara lengkap dan tepat waktu berpotensi meningkatkan keberhasilan terapi serta menurunkan risiko mortalitas pada pasien sepsis.
Copyrights © 2026