Pengolahan limbah tinja secara biologis murni rentan terhadap fluktuasi beban amonia yang dapat menyebabkan toksisitas dan menurunkan kinerja nitrifikasi secara tiba-tiba. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi dosis zeolit sebagai penyangga terhadap fluktuasi beban amonia, serta siklus aerasi oxic-anoxic untuk mendorong konversi amonia secara tuntas menjadi gas nitrogen (N₂), terhadap efisiensi penyisihan amonia dan nitrat menggunakan reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) intermiten. Penelitian dilakukan menggunakan enam reaktor dengan kombinasi tiga dosis zeolit (0, 25, dan 50 g/L) dan dua siklus aerasi (3:3:3:3 jam dan 4:2:4:2 jam) terhadap limbah tinja dengan konsentrasi amonia awal 124,8 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan amonia berkisar antara 60,5% hingga 81,1%, dengan kombinasi dosis zeolit 50 g/L dan siklus 4:2:4:2 jam menghasilkan efisiensi tertinggi. Analisis General Linear Model (GLM) menunjukkan bahwa dosis zeolit, siklus aerasi, dan fase operasional berpengaruh signifikan terhadap penyisihan amonia (R-sq = 99,75%) maupun nitrat (R-sq = 98,11%). Penelitian ini membuktikan bahwa zeolit teraktivasi mampu meredam fluktuasi beban amonia, sementara siklus oxic-anoxic mendorong konversi amonia menjadi gas nitrogen secara lebih tuntas dibanding sistem nitrifikasi tanpa fase anoxic.
Copyrights © 2026