Kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air yang melebihi baku mutu memerlukan pengolahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi luas permukaan kolom dan debit air terhadap efektivitas penyisihan Fe dan Mn menggunakan karbon sekam padi pada sistem adsorpsi kolom kontinu serta mengevaluasi karakteristik adsorpsi berdasarkan model Thomas. Penelitian dilakukan menggunakan variasi luas permukaan kolom sebesar 100 cm2, 132,25 cm2, 196 cm² dan 400 cm2 serta debit air sebesar 0,2 l/menit; 0,5 l/menit; dan 1 l/menit. Parameter yang dianalisis meliputi persen removal, kurva breakthrough, konstanta Thomas (Kth), dan kapasitas adsorpsi teoritis (q0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi efektif menyisihkan Fe dan Mn. Persen removal tertinggi Fe dan Mn masing-masing sebesar 95,67% dan 97,50%, diperoleh pada luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit. Peningkatan luas permukaan kolom dengan massa adsorben tetap serta peningkatan debit air menyebabkan penurunan persen removal dan mempercepat terjadinya breakthrough. Analisis model Thomas menunjukkan bahwa nilai Kth dan q0 dipengaruhi oleh kondisi operasi kolom. Variasi luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit memberikan kinerja adsorpsi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alternatif untuk penyisihan Fe dan Mn pada sistem adsorpsi kolom kontinu.
Copyrights © 2026