Limbah cair restoran umumnya mengandung kadar COD, TSS, minyak dan lemak, serta surfaktan yang tinggi sehingga memerlukan pengolahan yang efektif sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC), Ferric Chloride (FeCl₃), dan Hydroxy Aluminum Chloride (HCA) pada proses koagulasi hidrolis menggunakan static mixer dan pipa flokulasi yang dibantu Dissolved Air Flotation (DAF). Dosis optimum koagulan ditentukan melalui uji jar test, kemudian diterapkan pada reaktor kontinu dengan kualitas efluen dianalisis pada outlet sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga koagulan mampu menyisihkan COD sebesar 91,99–96,79%, TSS 74,31–93,58%, minyak dan lemak 90,65–96,38%, serta surfaktan 96,36–97,05%. PAC menunjukkan kinerja paling konsisten pada seluruh parameter sehingga dipilih sebagai koagulan optimum untuk sistem koagulasi hidrolis dengan bantuan DAF.
Copyrights © 2026