Pemanfaatan fly ash sebagai material penyusun geopolimer merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah limbah hasil pembakaran batubara sekaligus mendukung pengembangan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah fly ash dari PLTU sebagai foam geopolimer dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi H₂O₂ terhadap karakteristik fisik foam geopolimer berbasis fly ash. Material penyusun terlebih dahulu dikarakterisasi menggunakan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), Loss on Ignition (LOI), dan Particle Size Analysis (PSA). Selanjutnya dilakukan pembuatan foam geopolimer dengan variasi konsentrasi H₂O₂ sebesar 1%, 2%, 3%, dan 4% terhadap massa fly ash. Karakteristik fisik yang diamati meliputi densitas dan daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fly ash memiliki kandungan silika dan alumina yang tinggi sehingga memenuhi syarat sebagai prekursor geopolimer. Peningkatan konsentrasi H₂O₂ menyebabkan densitas foam geopolimer menurun berturut-turut sebesar 736 kg/m³; 664 kg/m³; 602,7 kg/m³; dan 570,7 kg/m³, sedangkan daya serap air meningkat berturut-turut sebesar 25%; 36,7%; 40,2%; dan 43,3%. Analisis MANOVA mengonfirmasi pengaruh signifikan secara simultan terhadap kedua parameter (p < 0,001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi H₂O₂ berpengaruh terhadap karakteristik fisik foam geopolimer berbasis fly ash.
Copyrights © 2026