Implementasi Pendidikan inklusif di satuan Raudhatul Athfal menuntut kesiapan guru dalam mengelola keberagaman peserta didik, khususnya dengan anak disabilitas ganda. Akan tetapi praktek dilapangan menunjukkan bahwa belum semua lembaga mampu menyediakan layanan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi ketidaksiapan manajemen guru dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif disabilitas ganda di Raudatul Athfal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan terdiri dari 1 orang kepala sekolah dan 2 orang guru. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksiapan pada empat fungsi manajemen guru. Pada fungsi perencanaan belum terdapat program pelatihan khusus bagi guru mengenai pendidikan inklusif. Pada fungsi pengorganisasian, posisi Guru Pembimbing Khusus belum tersedia di lembaga. Pada fungsi pelaksanaan, rencana pembelajaran yang digunakan belum berbasis diferensiasi sesuai kebutuhan anak. Pada fungsi pengawasan, belum ada instrument evaluasi khusus untuk memantau perkembangan anak disabilitas ganda. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan, pemenuhan kebutuhan GPK, pendampingan penyusunan RPP diferensiasi serta peningkatan fungsi monitoring oleh Kementerian Agama kota Medan.
Copyrights © 2026