Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa kelas X SMAN 13 Takalar dalam menyelesaikan masalah kontekstual barisan dan deret berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari tingkat pemahaman konsep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mewakili kategori pemahaman konsep tinggi (S1), sedang (S2), dan rendah (S3). Instrumen penelitian meliputi Tes Kemampuan Awal Matematika (TKAM), Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM), dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek S1 menunjukkan trajektori berpikir sistematis pada tahap memahami dan merencanakan, namun mengalami stagnasi prosedural pada tahap pelaksanaan rencana akibat defisit keterampilan aljabar (pemfaktoran), dengan kontrol metakognisi yang baik. (2) Subjek S2 memiliki pemahaman masalah parsial dan mengalami hambatan kognitif berupa kegagalan koneksi matematis saat menyusun rencana, sehingga tahap pelaksanaan dan evaluasi tidak terlaksana. (3) Subjek S3 mengalami hambatan literasi matematis fundamental sejak tahap awal, sehingga aktivitas penyelesaian bersifat spekulatif (trial and error) tanpa landasan logis. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi yang menargetkan titik kritis kognitif pada masing-masing level kemampuan siswa.
Copyrights © 2026