Fasilitas kampus seperti ruang kelas, laboratorium, sarana olahraga, dan ruang publik lainnya sering mengalami kerusakan. Pelaporan kerusakan yang masih dilakukan secara manual menimbulkan beberapa masalah: laporan terlambat ditangani, tidak semua laporan terdokumentasi dengan baik, identitas pelapor menjadi hambatan dalam partisipasi, dan data yang tersedia sulit dianalisis untuk menentukan prioritas perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengevaluasi sistem informasi pelaporan kerusakan fasilitas kampus yang memungkinkan mahasiswa mengirim laporan dengan identitas terverifikasi sekaligus menyajikan data publik dalam bentuk agregat untuk mendukung verifikasi, transparansi, dan pengambilan keputusan perbaikan berbasis data. Metode penelitian menggunakan analisis kebutuhan, perancangan sistem dengan Use Case Diagram, Activity Diagram, dan ERD, serta implementasi Minimum Viable Product (MVP). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengujian prototipe. Hasil menunjukkan bahwa sistem mampu menyimpan identitas pelapor untuk verifikasi internal, menyediakan formulir pelaporan terstruktur, dan menampilkan dashboard publik berupa ringkasan statistik serta tren laporan per fasilitas dan lokasi. Pengujian awal menunjukkan peningkatan dokumentasi laporan, percepatan proses verifikasi, dan kemudahan penentuan prioritas perbaikan berdasarkan frekuensi laporan dibandingkan dengan alur pelaporan manual sebelumnya yang melalui Bagian Kerumahtanggan. Kesimpulannya, sistem berbasis data agregat ini meningkatkan efisiensi penanganan kerusakan, menjaga privasi pelapor, dan memperkuat transparansi serta partisipasi mahasiswa.
Copyrights © 2026