Kurikulum Merdeka diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons atas tantangan pendidikan abad ke-21, namun literatur yang membahasnya masih tersebar dan didominasi tinjauan naratif tanpa prosedur seleksi yang transparan. Penelitian ini bertujuan menyintesis secara sistematis bukti empiris mengenai pola implementasi, inovasi pembelajaran, serta tantangan dan strategi penguatan Kurikulum Merdeka pada berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengikuti kerangka pelaporan PRISMA. Pencarian dilakukan pada Google Scholar dan Garuda untuk artikel terbitan 2020-2026 menggunakan kombinasi kata kunci “Kurikulum Merdeka”, “implementasi”, “inovasi”, “kesiapan guru”, dan “Profil Pelajar Pancasila”. Dari 156 rekaman awal, setelah proses penghapusan duplikat, penyaringan judul-abstrak, penilaian kelayakan teks penuh, dan telaah kualitas, diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk disintesis secara tematik. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) pola implementasi Kurikulum Merdeka bervariasi antar jenjang dan sangat dipengaruhi kesiapan satuan pendidikan; (2) pembelajaran berdiferensiasi dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi penciri inovasi yang paling banyak dilaporkan; dan (3) kesiapan kompetensi guru serta keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi tantangan dominan yang memerlukan strategi penguatan berkelanjutan. Kajian ini menegaskan perlunya pendekatan sintesis sistematis lintas jenjang sebagai pelengkap tinjauan naratif yang selama ini mendominasi literatur Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026