Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi Pemerintah Ohoi dalam pemberdayaan masyarakat nelayan di Ohoi Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara; mengidentifikasi implementasi fungsi pemerintahan sebagai regulator, fasilitator, dinamisator, dan katalisator; serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan inovasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Kepala Ohoi, perangkat Ohoi, Badan Saniri Ohoi, ketua kelompok nelayan, nelayan, serta tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Ohoi Sathean telah melakukan berbagai inovasi melalui penguatan kelompok nelayan, pelaksanaan pelatihan dan penyuluhan, fasilitasi bantuan sarana penangkapan ikan, optimalisasi pemanfaatan Dana Desa, serta pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan. Inovasi tersebut mencerminkan pelaksanaan fungsi pemerintahan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi di masyarakat pesisir. Namun demikian, pelaksanaan inovasi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan anggaran, rendahnya kualitas sumber daya manusia, terbatasnya akses terhadap teknologi dan pemasaran, serta fluktuasi harga hasil tangkapan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi nelayan, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan kolaborasi antara Pemerintah Ohoi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, dan para pemangku kepentingan agar pemberdayaan masyarakat nelayan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026