Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi simbol tongkonan sebagai elemen dekoratif dalam perancangan kursi inovatif. Simbol tongkonan, yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Toraja, memiliki makna budaya filosofis yang mendalam, namun belum banyak diterapkan dalam perancangan furnitur modern. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana mengadaptasi elemen-elemen simbol tongkonan, seperti bentuk atap melengkung, ukiran tradisional, dan struktur kapal ke dalam desain kursi yang estetis, ergonomis, dan fungsional. Terdapat kesenjangan penelitian berupa belum tersedianya mekanisme metodologis yang mampu mentransformasikan simbol budaya menjadi parameter desain operasional yang menjembatani makna simbolik dengan performa ergonomis produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan culture-based design yang dioperasionalkan melalui metode perancangan S.P Gustami, meliputi tiga tahap, yaitu: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol tongkonan, dengan elemen-elemen seperti struktur melengkung dan ukiran yang diterapkan menjadi parameter desain yang memengaruhi struktur, proporsi, estetika, dan performa ergonomis kursi. Kontribusi konseptual penelitian ini terletak pada formulasi model reinterpretasi simbol budaya sebagai kerangka desain berbasis makna yang menjembatani analisis simbolik, proses perancangan sistematis, dan validasi fungsional produk. Temuan ini memperluas wacana desain produk berbasis kearifan lokal dengan menempatkan simbol budaya berfungsi sebagai sumber inovasi desain, bukan sekadar referensi estetika dekoratif.
Copyrights © 2026