Penyakit gagal ginjal kronis masih menjadi permasalahan kesehatan baik di dunia mapun di Indonesia. Salah satu terapi yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Permasalahan pada gagal ginjal kronis terganggunya proses eritropoesis sehingga terjadi penurunan hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini adalah di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Yunus Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah accedental sampling yang berjumlah 30 responden. Jenis data dalam peelitian ini adalah data sekunder. Data di analisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden menjalani hemodialisis 2 kali dalam seminggu dan sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin ≤7 g/dL. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gagal ginjal kronis dan proses hemodialisis mempengaruhi kondisi kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Diharapkan responden untuk memeriksa hemoglobin secara berkala untuk mencegah terjadinya penurunan Hb yang berat.Kata Kunci: gagal ginjal, hemodialisis, hemoglobin
Copyrights © 2026