Kemampuan menulis berita merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang perlu didukung oleh keterampilan literasi digital. Berdasarkan hasil observasi awal di MTs Negeri 6 Boyolali, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun berita secara sistematis, mengidentifikasi unsur 5W+1H, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pendukung pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis berita siswa melalui pelatihan multiliterasi digital. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi konsep multiliterasi digital, analisis teks berita, praktik penyusunan kerangka berita menggunakan LKPD, penulisan berita, serta produksi berita digital berbantuan aplikasi Canva. Peserta kegiatan berjumlah 29 siswa kelas VII dan 1 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 73,6 menjadi 84,6 pada post-test. Selain itu, siswa berhasil menghasilkan berbagai produk berita digital dengan tema kegiatan sekolah, lingkungan, dan pendidikan karakter. Hasil penilaian produk menulis berita menunjukkan kategori baik hingga sangat baik. Pelatihan multiliterasi digital terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis berita, literasi digital, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, model multiliterasi digital dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Boyolali.
Copyrights © 2026