Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MAKNA KIRAB KEBO BULE PADA PERINGATAN HAUL KI AGENG SINGOPRONO PADA BULAN SURA DI BOYOLALI Adellia Ika Fadhillah Putri; Wahyu Firly Ramadhani; Alfian Dhani Kurnianto; Exi Engjelia Yessica; Melisa Ardini; Atika Lisamawati Nur Qoyyimah
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.9.2.9065

Abstract

The perception of the Nglembu village community regarding the meaning of the Kebo Bule carnival on the commemoration of Ki Ageng Singoprono's haul resulted in a perception of the Kebo Bule ritual in one sura. Commemorating the haul in the Boyolali area for a year, a haul event was held to commemorate Ki Ageng Singoprono during his lifetime who spread Islam in the Boyolali area. This research aims to 1) explain the public's perception of the meaning of Kebo Bule at the Ki Ageng Singoprono haul commemoration carnival in the month of Sura; and 2) explaining the use of Kebo Bule in the commemoration ceremony for Ki Ageng Singoprono's haul in the month of Sura. This type of research uses a qualitative approach. The location in this research is Kalangan 01/01 Village, Nglembu, Simo, Boyolali. This research strategy is the technique of recording interview results. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The results of this research show that 1) the Kebo Bule carnival is a symbol of the hope of the local community for safety, prosperity and well-being; and 2) A series of haul events followed by a group of Surakarta palace servants or soldiers starting the carnival followed by Kebo Kyai Slamet (Kebo Bule) along with his handler and Surakarta palace servants who carried palace heirlooms to the grave of Ki Ageng Singoprono.
Peningkatan Kemampuan Menulis Berita melalui Pelatihan Model Multiliterasi Digital di MTs Negeri 6 Boyolali Atika Lisamawati Nur Qoyyimah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8964

Abstract

Kemampuan menulis berita merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang perlu didukung oleh keterampilan literasi digital. Berdasarkan hasil observasi awal di MTs Negeri 6 Boyolali, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun berita secara sistematis, mengidentifikasi unsur 5W+1H, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pendukung pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis berita siswa melalui pelatihan multiliterasi digital. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi konsep multiliterasi digital, analisis teks berita, praktik penyusunan kerangka berita menggunakan LKPD, penulisan berita, serta produksi berita digital berbantuan aplikasi Canva. Peserta kegiatan berjumlah 29 siswa kelas VII dan 1 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 73,6 menjadi 84,6 pada post-test. Selain itu, siswa berhasil menghasilkan berbagai produk berita digital dengan tema kegiatan sekolah, lingkungan, dan pendidikan karakter. Hasil penilaian produk menulis berita menunjukkan kategori baik hingga sangat baik. Pelatihan multiliterasi digital terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis berita, literasi digital, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, model multiliterasi digital dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Boyolali.