Penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan masih menjadi tantangan dalam manajemen aparatur sipil negara di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis tingkat person-job fit pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surakarta berdasarkan kesesuaian pendidikan formal dengan kualifikasi jabatan, serta membandingkannya antar status kepegawaian. Metode yang digunakan adalah analisis dokumen kepegawaian yang telah diverifikasi bersama supervisor mitra terhadap 198 pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat person-job fit mencapai 95,5% (189 pegawai sesuai), dengan 4,5% (9 pegawai) kurang sesuai. Seluruh pegawai yang kurang sesuai berasal dari kelompok Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan tingkat ketidaksesuaian sebesar 19,6%, sementara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mencapai 100% kesesuaian. Menariknya, sebagian besar pegawai yang kurang sesuai memiliki masa kerja antara 10 hingga 15 tahun, mengindikasikan bahwa ketidaksesuaian lebih disebabkan akumulasi kebijakan rotasi dan mutasi jangka panjang kesalahan rekrutmen awal. Sebagai solusi, direkomendasikan pelatihan teknis intensif dan pendampingan bagi pegawai senior kurang sesuai, serta dorongan pendidikan lanjutan. Hasil pengabdian ini penting sebagai dasar empiris bagi manajemen SDM Satpol PP dalam menyusun kebijakan penempatan, rotasi, dan pengembangan pegawai yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2026