Latar Belakang: Anemia masih sering terjadi pada remaja putri dan salah satu faktor yang berperan adalah menstrual bleeding pattern yang meliputi frekuensi, durasi, keteraturan dan volume perdarahan. Ketidaknormalan pola tersebut dapat menyebabkan kehilangan darah berulang yang berpotensi meningkatkan risiko anemia. Sejumlah penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik menstruasi dengan kejadian anemia, namun kajian yang ada umumnya masih menilai aspek menstruasi secara terpisah dan belum menggambarkan menstrual bleeding pattern secara komprehensif. Selain itu, penelitian pada remaja putri tingkat SMP masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan menstrual bleeding pattern dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang dilaksanakan di SMP Negeri 17 Kota Jambi pada tanggal 7 Agustus 2025. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan total 82 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu telah mengalami menstruasi dan bersedia berpartisipasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari kuesioner pola perdarahan menstruasi dan pemeriksaan kadar hemoglobin responden. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Berdasarkan analisis terhadap 82 responden, diperoleh p = 0,008 (< 0,05) yang mengonfirmasi hubungan bermakna antara menstrual bleeding pattern dengan kejadian anemia pada siswi SMPN 017 Kota Jambi. Dari 44 siswi dengan menstrual bleeding pattern abnormal, 14 orang (31,8%) mengalami anemia, sedangkan dari 38 siswi dengan menstrual bleeding pattern, hanya 3 orang (7,9%) yang mengalami anemia. Kesimpulan: Hubungan bermakna ditemukan antara menstrual bleeding pattern dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Copyrights © 2026