Latar Belakang: Kelengkapan dokumentasi laporan anestesi merupakan indikator penting mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dokumentasi yang tidak lengkap dapat menghambat perencanaan anestesi, evaluasi klinis, serta berpotensi menimbulkan risiko hukum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan dokumentasi laporan anestesi pada tahap pra anestesi, intra anestesi, dan pasca anestesi di Rumah Sakit Tk III Wijayakusuma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap 270 dokumen laporan anestesi yang memenuhi kriteria inklusi dari total 303 dokumen. Penilaian kelengkapan dilakukan menggunakan checklist berdasarkan format rekam medis anestesi yang berlaku di rumah sakit. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelengkapan pengkajian pra anestesi sebesar 89,6%, laporan pra anestesi 91,6%, pengkajian pra induksi 67,3%, laporan intra anestesi 99,8%, monitoring intra anestesi 73,8%, laporan khusus sectio caesarea 3,9%, pengkajian pasca anestesi 74,6%, dan monitoring pasca anestesi 95,4%. Kesimpulan: Temuan ini menunjukan bahwa tidak ada indikator dokumentasi laporan anestesi yang mencapai tingkat kelengkapan 100%. Diperlukan penguatan regulasi, pelatihan berkelanjutan, dan optimalisasi sistem dokumentasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Copyrights © 2026