Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Kepatuhan minum obat sering dinggaap faktor utama dalam pengendalian takanan darah, namun dalam praktiknya tidak semua pasien dengan kepatuhan tinggi akan berhasil mencapai stabilisasi tekanan darah yang optimal Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kontrol tekanan darah serta membandingkan kondisi pasien hipertensi baru dan kronis di komunitas, membuat model beyond adherence determinan komtrol tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunkan desain crosssectional dengan sampel 62 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital,IMT,Pendidikan, Usia. Analisis data menggunakan uji Chisquare dan dilanjutkan dengan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil: Uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah (p<0,001), dimana tingkat kepatuhan terapi yang tinggi pada pasien berkorelasi signifikan dengan tercapainya kontrol tekanan darah yang lebih stabil. Analisis komparatif menunjukkan hipertensi kronis berhubungan dengan kepatuhan rendah dan kontrol tekanan darah buruk (OR=22,8; RR=2,56; p<0,001). Uji SEM menunjukkan durasi hipertensi berpengaruh negatif terhadap kepatuhan (β=-0,72; p<0,001) Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berkontribusi terhadap control tekanan darah, tetapi bukan satu satunya penentu. Pendekatan muntidimesnsial diperlukan dalam pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026