Achmad Efendi
Universitas Dr Soekardjo Banyuwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Kepatuhan Terapi dan Kontrol Tekanan Darah: Analisis Komparatif antara Komunitas Hipertensi Baru dan Kronis Ali Syahbana; Muhammad Al Amin; Achmad Efendi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.538

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Kepatuhan minum obat sering dinggaap faktor  utama dalam pengendalian takanan darah, namun dalam praktiknya tidak semua pasien dengan kepatuhan tinggi akan berhasil mencapai stabilisasi tekanan darah yang optimal Tujuan:  penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kontrol tekanan darah serta membandingkan kondisi pasien hipertensi baru dan kronis di komunitas, membuat model beyond adherence determinan komtrol tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunkan desain crosssectional dengan sampel 62 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital,IMT,Pendidikan, Usia. Analisis data menggunakan uji Chisquare dan dilanjutkan dengan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil: Uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah (p<0,001), dimana tingkat kepatuhan terapi yang tinggi pada pasien berkorelasi signifikan dengan tercapainya kontrol tekanan darah yang lebih stabil. Analisis komparatif menunjukkan hipertensi kronis berhubungan dengan kepatuhan rendah dan kontrol tekanan darah buruk (OR=22,8; RR=2,56; p<0,001). Uji SEM menunjukkan durasi hipertensi berpengaruh negatif terhadap kepatuhan (β=-0,72; p<0,001) Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berkontribusi terhadap control tekanan darah, tetapi bukan satu satunya penentu. Pendekatan muntidimesnsial diperlukan dalam pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas.