Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial remaja sekaligus memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka. Intensitas penggunaan media digital yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, dan kesepian apabila tidak diimbangi dengan dukungan sosial yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial keluarga dan teman sebaya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasasional, serta laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan temuan utama dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berperan dalam membangun rasa aman, meningkatkan regulasi emosi, dan memperkuat resiliensi psikologis remaja. Sementara itu, dukungan teman sebaya berkontribusi terhadap pembentukan identitas, penerimaan sosial, dan kemampuan adaptasi. Sinergi kedua bentuk dukungan tersebut terbukti menjadi faktor protektif yang efektif dalam menjaga kesehatan mental remaja serta membantu mereka menghadapi berbagai tantangan psikologis yang muncul akibat perkembangan teknologi digital.
Copyrights © 2026