Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN REVERSE BARBEAU TEST (RBT) DAN PENILAIAN KLINIS PADA PATENSI ARTERI RADIALIS PASCA KATETERISASI JANTUNG Karina Sukmaningtyas; Arimbi Karunia Estri; Ignatius Gonggo Prihatmono
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v12i1.2135

Abstract

Transradial cardiac catheterization is increasingly preferred due to its safety and patient comfort; however, radial artery occlusion (RAO) remains a concern as it may limit future radial access. The Reverse Barbeau Test (RBT) has been recommended as an objective method to assess radial artery patency, although clinical assessment is still commonly applied in the ICU of Panti Rapih Hospital. This study aimed to compare the Reverse Barbeau Test and clinical assessment in evaluating radial artery patency among post–cardiac catheterization patients. A comparative study design was conducted using accidental sampling involving 35 post-catheterization patients with radial compression devices admitted to the ICU of Panti Rapih Hospital, Yogyakarta. The study was conducted from May 23 to June 17, 2025. Data were analyzed using the McNemar test. The results showed a statistically significant difference between RBT and clinical assessment at 15 minutes after radial compression application (p = 0.001). RBT was more sensitive in detecting early impairment of radial artery patency, identifying 34.3% of cases compared to only 2.9% detected by clinical assessment. These findings indicate that the Reverse Barbeau Test is more sensitive for early detection of radial artery patency disturbances. Reverse Barbeau Test is objective, non-invasive, easy to perform, and cost-effective; therefore, its use is recommended, particularly during the first 15 minutes following radial compression device application.
Peran Dukungan Sosial Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Kesehatan Mental Remaja di Era Digital Ignatius Gonggo Prihatmono; Ediyar Miharja; Yance Hidayat
Journal of Mandalika Social Science Vol 4 No 2 (2026): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v4i2.469

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial remaja sekaligus memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka. Intensitas penggunaan media digital yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, dan kesepian apabila tidak diimbangi dengan dukungan sosial yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial keluarga dan teman sebaya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasasional, serta laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan temuan utama dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berperan dalam membangun rasa aman, meningkatkan regulasi emosi, dan memperkuat resiliensi psikologis remaja. Sementara itu, dukungan teman sebaya berkontribusi terhadap pembentukan identitas, penerimaan sosial, dan kemampuan adaptasi. Sinergi kedua bentuk dukungan tersebut terbukti menjadi faktor protektif yang efektif dalam menjaga kesehatan mental remaja serta membantu mereka menghadapi berbagai tantangan psikologis yang muncul akibat perkembangan teknologi digital.